“Saya masih akan bicarakan dengan Menteri Perindustrian, kira-kira akan ada insentif untuk motor listrik yang baru,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Purbaya menjelaskan insentif tersebut ditujukan khusus untuk model motor listrik generasi terbaru, bukan untuk unit lama. Pembahasan teknis akan dilakukan bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelum kebijakan ditetapkan.
Kebutuhan insentif baru ini muncul karena dasar hukum subsidi motor listrik sebelumnya, yakni Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 21 Tahun 2023, telah habis masa berlakunya pada Desember 2024. Sejak saat itu, masyarakat tidak lagi memperoleh subsidi pembelian motor listrik sepanjang 2025 dan awal 2026.
Untuk mobil listrik, Purbaya menyebut sudah menggelar pertemuan dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (9/4/2026). Pertemuan membahas penguatan pasar otomotif domestik dan percepatan transisi menuju kendaraan listrik.
“Gaikindo ngundang mau pameran mobil, tapi juga diskusi untuk misalnya kalau perlu insentif, insentif seperti apa untuk mobil listrik dan lain-lain. Ini diskusinya belum selesai, nanti masih akan saya ketemu lagi dengan mereka,” ujar Purbaya, Jumat (10/4/2026).
Purbaya juga mengakui setiap kebijakan insentif memiliki konsekuensi langsung terhadap penerimaan negara dan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah tengah menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak global akibat tensi geopolitik di Timur Tengah.
“Saya lagi hitung, dan saya belum diskusi. Kalau bagus, kalau nggak ya nggak,” tegas Purbaya saat menjelaskan proses kajian dampak fiskal, Jumat (10/4/2026).
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya telah mengirimkan usulan insentif kendaraan bermotor kepada Kementerian Keuangan. Ia memastikan skema stimulus yang diusulkan kali ini jauh lebih terperinci dibandingkan program sebelumnya.
Agus menegaskan pemerintah memprioritaskan pembeli pertama dalam kebijakan insentif kendaraan listrik agar adopsi electric vehicle (EV) semakin luas di dalam negeri. “Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian, Kamis (9/4/2026).