Prabowo Kritik Kaum Terdidik Bermental Rendah Diri: Terkesima Semua yang Bersumber dari Asing
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 12 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA , GEOSIAR.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengkritik mentalitas rendah diri di kalangan masyarakat berpendidikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Menurutnya, masih banyak kalangan intelektual yang lebih mengagumi produk dan budaya asing dibandingkan kekayaan bangsa sendiri. Sikap tersebut disebut Prabowo mencerminkan inferiority complex yang telah lama mengakar dalam cara berpikir kaum terdidik Indonesia.
“Sempat kita alami suatu saat di mana golongan berpendidikan dari rakyat kita terkesima oleh semua yang bersumber dari luar negeri, semua yang bersumber dari asing kita terkesima,” ujar Presiden Prabowo Subianto di hadapan para pengurus dan pendekar pencak silat dalam Munas XVI IPSI, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Prabowo menyebut fenomena ini dalam istilah psikologi sosial sebagai “Minderwaardigheidscomplex” dalam bahasa Belanda, yang setara dengan inferiority complex atau kompleks rendah diri dalam bahasa Inggris. Ia menilai pandangan ini secara tidak sadar telah memengaruhi cara berpikir kalangan intelektual tanah air.
“Terus terang saja terjadi menurut pandangan saya suatu sifat rendah diri. Dalam bahasa Belanda itu Minderwaardigheidscomplex, kompleks rendah diri. Dalam bahasa Inggris inferiority complex,” kata Prabowo.
Presiden menambahkan bahwa kecenderungan ini juga tampak dalam cara menilai asal-usul suatu karya atau nilai. Menurutnya, sebagian besar orang berpendidikan di Indonesia secara bawah sadar lebih bangga dengan hal-hal yang berasal dari luar negeri.
“Di bawah sadar, sebagian besar orang-orang berpendidikan di Indonesia lebih bangga dengan yang berasal dari luar Indonesia,” lanjut Prabowo.
Prabowo menyampaikan kritik tersebut di forum Munas IPSI, sebuah organisasi bela diri tradisional yang menurutnya menjadi simbol identitas dan jati diri bangsa. Ia melihat pencak silat sebagai salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki warisan budaya yang tidak kalah dari negara manapun.
Melalui forum itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menghargai budaya dan nilai-nilai luhur bangsa. Ia menegaskan kemajuan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kepercayaan diri dan kekuatan semangat rakyatnya.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya sendiri, bangsa yang menghormati orang tuanya, leluhurnya,” pungkas Prabowo Subianto, Presiden RI, dalam Munas XVI IPSI, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
www.geosiar.co.id
