Menko AHY Buka Pameran DXI 2026 di JICC, Dorong Destinasi Wisata Bahari Baru Selain Bali dan Labuan Bajo

GEOSIAR.CO.ID 24 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (Partai Demokrat) membuka pameran Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Pameran olahraga petualangan dan wisata bahari yang memasuki penyelenggaraan ke-18 tersebut berlangsung pada 23-26 April 2026 dengan tema Waves of Collaboration.

AHY mendorong lahirnya destinasi wisata bahari baru di Indonesia selain Bali dan Labuan Bajo melalui promosi lokal di 17 subsektor ekonomi kreatif.

Pameran diselenggarakan oleh Dyandra Event Solutions bekerja sama dengan ADEX 360 atau Asia Dive Expo.

DXI 2026 diikuti lebih dari 137 peserta pameran dari dalam dan luar negeri yang menampilkan perlengkapan dan teknologi terkini untuk menyelam, panjat tebing, trail running, dan olahraga luar ruang lainnya.

Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyatakan dukungan penuh terhadap DXI sebagai platform strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sektor wisata petualangan dan bahari.

“Kami berharap DXI 2026 sebagai salah satu pameran terbesar di Indonesia dan bisa menghadirkan tidak hanya pengunjung yang menggemari olahraga ekstrim namun juga menggaet masyarakat awam yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai apa saja wisata petualangan yang ada di Indonesia,” kata Agus Harimurti Yudhoyono di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

AHY juga menekankan kolaborasi DXI dengan ADEX 360 dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pariwisata bahari dan petualangan kelas dunia.

“Kami juga turut mendukung dan mengawal kerjasama DXI dengan ADEX, agar kolaborasi ini diharap mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pariwisata bahari dan petualangan kelas dunia, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi promosi potensi maritim nasional di kancah global,” ujar AHY di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Promosi berbasis lokal dinilai menjadi pilar utama untuk mendorong pertumbuhan 17 subsektor ekonomi kreatif melalui DXI.

Upaya tersebut dinilai dapat memperkuat ekosistem pariwisata sekaligus melahirkan destinasi baru selain Bali dan Labuan Bajo.

AHY menegaskan kemajuan sektor pariwisata bergantung pada kesiapan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

“Saya berkomitmen mendorong agar sektor pariwisata, termasuk pariwisata bahari ini didukung kesiapan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah,” kata AHY di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

AHY menambahkan industri dan ekosistem wisata petualangan harus tumbuh beriringan dengan sektor pendukung seperti kuliner, pemandu wisata, fesyen, dan pelaku seni lokal.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa yang hadir dalam pembukaan menyoroti potensi besar Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau dan wilayah laut mencakup lebih dari 70 persen luas negara.

Kontribusi wisata bahari diperkirakan menyumbang sekitar 32 hingga 42 persen terhadap total aktivitas ekonomi pariwisata nasional.

Angka tersebut setara dengan 1,5 hingga 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Lebih dari 2.000 desa pesisir di Indonesia mengembangkan wisata sebagai penggerak ekonomi lokal.

Sebanyak 75 persen wisatawan yang datang ke Indonesia menjadikan wisata alam sebagai daya tarik utama berdasarkan data Kementerian Pariwisata.

Sekitar 65 persen dari jumlah tersebut memilih wisata pesisir dan bahari sebagai aktivitas utama.

“Ini adalah salah satu langkah kita untuk semakin memperluas jejaring, menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata adventure tingkat global,” kata Ni Luh Puspa di JICC Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Ni Luh menyebut DXI menjadi salah satu kontribusi untuk mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 hingga 17 juta orang pada 2026.

Kementerian Pariwisata juga menjalankan program pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku industri pariwisata sejak 2025 hingga 2026, dengan fokus pada wisata gunung dan bahari.

DXI 2026 menghadirkan zona interaktif seperti pengalaman menyelam di tangki besar, lokakarya, sesi berbagi, dan aktivitas keluarga selama empat hari pameran.

Pameran dibuka untuk umum pada pukul 10.00 hingga 21.00 WIB dengan harga tiket Rp50.000 per hari atau Rp150.000 untuk tiket terusan empat hari.

Pendiri Deep and Extreme Indonesia Dharmawan Sutanto menyatakan DXI sejak diluncurkan diposisikan sebagai platform kolaborasi, edukasi, dan inspirasi bagi seluruh ekosistem petualangan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *