Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Buka Jalan Startup Nasional Naik Kelas Lewat ASTA EKRAF

GEOSIAR.CO.ID 18 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menerima audiensi Asosiasi Startup for Industri Indonesia (Starfindo) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pertemuan membahas kolaborasi strategis penguatan ekosistem startup nasional dan industri kreatif melalui skema akselerasi, komersialisasi kekayaan intelektual, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

Riefky yang merupakan kader Partai Demokrat menegaskan Kementerian Ekonomi Kreatif memfokuskan delapan puluh persen energi sebagai akselerator bagi para pegiat ekonomi kreatif, termasuk asosiasi startup.

“Kementerian Ekraf memfokuskan 80 persen energinya sebagai akselerator bagi para pegiat ekraf,” kata Teuku Riefky Harsya di Jakarta, sebagaimana dilaporkan Antara.

Komitmen tersebut disebut Riefky sebagai wujud filosofi ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.

Riefky menyampaikan Kementerian Ekonomi Kreatif siap berkolaborasi dengan Starfindo melalui Program ASTA EKRAF, yang mencakup Ekraf Data dan Ekraf Bijak.

“Kami siap berkolaborasi dengan Starfindo melalui Program ASTA EKRAF,” kata Teuku Riefky Harsya, sebagaimana dilaporkan Koran Jakarta.

Penjaringan pegiat subsektor aplikasi untuk inovasi berkelanjutan dilakukan Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Kreativitas Digital dan Teknologi.

Riefky menyebut subsektor aplikasi mengalami peningkatan signifikan meski menghadapi tantangan pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual, dan target pertumbuhan Produk Domestik Bruto serta ekspor.

Starfindo berada dalam ekosistem Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan didukung melalui Program Startup4industry.id sejak 2018.

Hingga kini program tersebut telah memiliki seribu tiga ratus alumni yang lolos inkubasi di ranah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan perdagangan elektronik (e-commerce).

Starfindo pada audiensi tersebut mengajukan tujuh poin strategis untuk dirumuskan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif.

Ketujuh poin tersebut mencakup kebijakan dan regulasi, bisnis dan pengadaan, pengembangan infrastruktur dan teknologi, akses pembiayaan dan investasi, pengembangan ekosistem dan sumber daya manusia, ekspansi global dan branding nasional, serta kemudahan akses dan kolaborasi strategis.

Wakil Ketua Umum Starfindo Hembang Nugraha menyampaikan harapan agar Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memfasilitasi arahan terpadu bersama Kementerian Perindustrian.

Hembang menambahkan asosiasi juga berharap ekosistem startup lebih diminati modal ventura (venture capital) sehingga akses pembiayaan dan pendanaan dari perbankan lebih mudah dijangkau.

Pertemuan juga membahas kebutuhan insentif fiskal, transparansi pengadaan pemerintah, penguatan pencatatan ekonomi digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mempercepat produksi dan inovasi startup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *