AHY Jadi Tokoh Inspiratif Politik pada Hari Pers Nasional 2026 di Surabaya

GEOSIAR.CO.ID 18 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

SURABAYA, GEOSIAR.CO.IDKetua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menerima penghargaan kategori Tokoh Nasional Inspiratif Bidang Politik dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Penghargaan diserahkan dalam resepsi puncak HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI di Dyandra Convention Center, Jalan Basuki Rahmat, Kota Surabaya, Kamis (16/4/2026) malam.

Penyerahan dilakukan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir bersama Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim kepada AHY dan 23 tokoh nasional serta daerah lainnya yang dinilai berkontribusi di berbagai bidang.

AHY yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan masuk dalam daftar penerima PWI Jatim Award 2026 kategori Tokoh Nasional.

AHY dinilai layak menerima penghargaan Tokoh Nasional Inspiratif Bidang Politik atas kiprahnya memimpin Partai Demokrat sekaligus menjalankan tugas sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di kabinet Presiden Prabowo Subianto.

“Bagaimana setiap hari kita memperbaiki kualitas jurnalisme, menghadirkan informasi yang mencerahkan,” kata Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim di Surabaya, sebagaimana dilaporkan Wartatransparansi.

Lutfil Hakim menegaskan peringatan HPN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperkuat kualitas jurnalisme di tengah tantangan arus digital.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dalam sambutannya menyoroti tantangan besar yang dihadapi pers dalam menjaga kualitas produksi di era digital dan disrupsi teknologi.

“Pers harus jadi rujukan dan sumber dengan memastikan kualitas produksi pers kita akurat,” kata Akhmad Munir di Surabaya, sebagaimana dilaporkan Kempalan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak turut hadir dan menyerahkan Piala Prapanca kepada pemenang lomba karya jurnalistik kategori tulis dan foto, masing-masing Faishol Taselan dan Trisnadi.

“Tanpa pers, kita tidak bisa membayangkan bagaimana informasi yang kredibel dapat tersampaikan,” kata Emil Elestianto Dardak di Surabaya, sebagaimana dilaporkan Suarabanyuurip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *