Donald Trump Sebut Paus Leo XIV “Lemah”, Paus Leo: Saya menentang Perang

GEOSIAR.CO.ID 15 April 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id

ALJAZAIR, GEOSIAR.CO.ID -Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Leo XIV, sebagai sosok yang “lemah dalam kejahatan dan buruk dalam kebijakan luar negeri” terkait posisi Vatikan soal perang AS-Israel di Iran.

Kritik itu disampaikan Trump kepada wartawan di Joint Base Andrews, Maryland, Minggu (12/4/2026), dan dipertegas melalui unggahan di platform media sosial miliknya. Paus Leo XIV merespons secara terbuka dari dalam pesawat kepausan menuju Aljazair, Senin (13/4/2026), saat memulai kunjungan ke empat negara Afrika.

“Saya tidak takut pada pemerintahan Trump, maupun berbicara lantang tentang pesan Injil. Itulah yang saya yakini. Saya dipanggil untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan Gereja,” ujar Paus Leo XIV kepada wartawan, Senin (13/4/2026), sebagaimana dilaporkan Detik.com mengutip AFP.

Perang di kawasan Timur Tengah dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Trump menyebut dirinya “bukan penggemar besar Paus Leo” dan menilai sang Paus “bermain-main dengan negara yang memiliki senjata nuklir.”

Paus Leo XIV menegaskan tidak berniat meladeni perdebatan langsung. “Saya tidak berniat untuk berdebat dengannya. Saya bukan seorang politisi,” katanya kepada wartawan, sebagaimana dilaporkan Kompas.com mengutip AFP.

Wartawan kemudian menanyakan pandangan Paus soal platform Truth Social yang digunakan Trump untuk menyerangnya. Paus Leo XIV menjawab singkat namun menohok: “Ironis, bahkan dari nama platformnya saja. Tidak perlu saya tambahkan lagi.”

Paus Leo XIV menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan perdamaian. “Saya akan terus berbicara keras menentang perang, mendorong dialog dan multilateralisme antarnegara. Terlalu banyak orang yang menderita hari ini, terlalu banyak orang tidak bersalah yang telah dibunuh,” ujarnya, sebagaimana dikutip Liputan6.com dari The Associated Press.

Dua hari sebelumnya, Sabtu (11/4/2026), Paus Leo XIV memimpin doa perdamaian di Basilika Santo Petrus, Kota Vatikan, dan menyerukan, “Cukup sudah perang.”

Kritik Trump menuai kecaman dari Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang menyebut pernyataan Trump “tidak dapat diterima.” Konferensi Waligereja Italia menegaskan bahwa Paus “bukanlah mitra politik, melainkan penerus Petrus yang dipanggil untuk melayani Injil, kebenaran, dan perdamaian.”

Paus Leo XIV adalah kelahiran Chicago, Amerika Serikat, menjadikannya salah satu dari dua orang Amerika paling berpengaruh di panggung global yang kini berbeda posisi secara terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *