Warga Padangsidimpuan Meninggal di Kamboja, Keluarga Minta Jenazah Segera Dipulangkan
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
ph@geosiar.co.id
PADANG SIDEMPUAN, GEOSIAR.CO.ID – Keluarga Mahmul Hatopan, warga Kota Padangsidimpuan yang meninggal dunia di Poipet, Kamboja, masih menunggu kepastian pemulangan jenazahnya ke Indonesia.
Mahmul meninggal dunia pada Kamis (17/9/2026) setelah sebelumnya mengalami keluhan sesak napas. Jenazahnya hingga kini belum dipulangkan ke kampung halaman.
Ayah Mahmul, Ijon Tanjung, berharap pemerintah dapat membantu proses pemulangan jenazah anaknya agar segera dibawa ke Padangsidimpuan dan dimakamkan secara layak.
“Kami berharap kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, agar membantu pemulangan jenazah anak kami ini sampai ke tanah air, sampai kepada keluarga. Kami sangat berharap ada upaya agar anak kami segera dipulangkan,” ujar Ijon, Minggu (21/9/2026).
Mahmul sebelumnya sempat mengalami keluhan sesak napas ketika masih berada di Padangsidimpuan. Saat berada di Poipet, kondisi tersebut kembali dialaminya.
Ia sempat mendapat perawatan di rumah sakit di kawasan Poipet dan kondisinya membaik. Namun, pada September 2026, keluhan sesak napas kembali muncul.
Pada Selasa (15/9/2026), Mahmul kembali dikabarkan mengalami sesak napas. Keluarga di Indonesia kemudian menyarankan agar dia segera mendapatkan pengobatan.
Namun, berdasarkan keterangan keluarga, Mahmul belum bersedia menjalani pengobatan pada hari pertama maupun hari berikutnya.
Kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit pada Kamis (17/9/2026).
Keluarga yang berada di Indonesia hanya dapat memantau kondisi Mahmul melalui komunikasi video call dengan temannya yang berada di Kamboja.
Komunikasi terakhir antara Mahmul dan keluarganya berlangsung pada Kamis sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, Mahmul terlihat dalam kondisi tenang seperti sedang tertidur.
Sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga tidak lagi mendapat respons dari Mahmul. Dua jam kemudian, sekitar pukul 18.00 WIB, keluarga menerima kabar bahwa Mahmul telah meninggal dunia.
Penyebab medis kematian Mahmul belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan keluarga dan masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak rumah sakit maupun otoritas berwenang di Kamboja.
Mahmul diketahui berangkat ke Kamboja pada Oktober 2025 untuk bekerja. Sebelum berangkat, ia mengurus paspor di Padang.
Menurut keterangan keluarga yang dihimpun Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan, keberangkatan Mahmul ke Kamboja disebut atas ajakan seseorang bernama Wahyu, warga Samora.
Keluarga sebelumnya sempat melarang Mahmul berangkat, tetapi ia tetap memutuskan pergi. Setelah tiba di Kamboja, Mahmul melanjutkan perjalanan darat menuju Poipet dengan waktu tempuh sekitar enam hingga delapan jam.
Selama berada di Kamboja, Mahmul diketahui bekerja di dalam gedung dan menggunakan komputer. Namun, keluarga belum mengetahui secara pasti jenis pekerjaan maupun perusahaan tempat Mahmul bekerja.
Persoalan lain yang kini dihadapi keluarga adalah memastikan keberadaan jenazah serta proses pemulangannya.
Berdasarkan informasi terakhir yang diterima keluarga, jenazah Mahmul disebut telah keluar dari rumah sakit atau ruang jenazah dan berada di rumah duka atau funeral home. Namun, keluarga masih kesulitan memperoleh informasi terbaru mengenai penanganan jenazah.
Menurut keterangan keluarga, pemulangan dari Poipet membutuhkan koordinasi dengan kepolisian setempat sebelum selanjutnya menuju KBRI Phnom Penh atau pihak funeral home. Perjalanan dari Poipet ke Phnom Penh diperkirakan memerlukan waktu enam hingga delapan jam.
Di tengah penantian tersebut, keluarga dan masyarakat telah melaksanakan salat gaib untuk Mahmul di Masjid Raya Lama pada Jumat (18/9/2026), yang kemudian dilanjutkan dengan pengajian pada malam harinya.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Noval Nanusa Gegoh Desky disebut telah menghubungi keluarga Mahmul untuk membantu komunikasi dan koordinasi terkait proses pemulangan jenazah dari Kamboja.
Keluarga berharap koordinasi tersebut dapat dilanjutkan dengan KBRI Phnom Penh dan instansi terkait sehingga keberadaan jenazah, kelengkapan administrasi, mekanisme pemulangan hingga kemungkinan bantuan biaya dapat segera memperoleh kepastian.
Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe juga menyampaikan bahwa permohonan terkait pemulangan jenazah Mahmul telah ditindaklanjuti pemerintah daerah.
“Sudah ditindaklanjuti, ya. Kita tunggu informasi selanjutnya,” ujar Letnan, Minggu (20/9/2026).
Sementara itu, Dinas Ketenagakerjaan Kota Padangsidimpuan telah berkoordinasi dengan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Utara.
Berdasarkan surat resmi Disnaker Kota Padangsidimpuan tertanggal 18 September 2026, pemerintah daerah mengajukan permohonan penanganan pekerja migran Indonesia asal Padangsidimpuan yang meninggal dunia di Kamboja kepada BP3MI Sumatera Utara.
Permohonan tersebut mencakup bantuan dan fasilitasi dalam penanganan, koordinasi pemulangan jenazah, penyelesaian administrasi, serta langkah-langkah pelindungan bagi keluarga Mahmul.
Kepala Disnaker Kota Padangsidimpuan Ari Junaidi Lubis disebut masih melakukan koordinasi dengan BP3MI Sumatera Utara terkait proses pemulangan jenazah Mahmul.
